Budaya Sowan & TURBA (Turun Bawahan)
Salah satu obat hati yang kerap kali dilakukan kebanyakan orang adalah berkumpulah dengan orang-orang saleh. Hal ini memang sangat penting dibiasakan agar kelak di akhirat juga bisa berkumpul dengan mereka orang-orang saleh, seperti para guru, ulama, kiai, dan sebagainya.
Orang NU sendiri sebetulnya sudah melakukan itu dengan berbagai pola yang berbeda. Di antaranya dengan membudayakan (sowan) silaturahim kepada para Kiai-Kiai sepuh wilayah setempat dan tokoh-tokoh masyarakat dari tingkat kultur hingga struktur. Lebih dari itu mereka juga biasanya saling mendoakan minta keridhoan doa restu untuk kebaikan di dunia dan akhirat.
Kegiatan silaturahim/sowan ini senada dengan yang dilakukan oleh ketua terpilih MWC NU (Ust Sukirman) tentunya bukan tanpa sebab, pasca karateker MWC NU Cikarang utara Ketua Tanfidz terpilih Ust Sukirman, KH Ihsanudin sebagai Rois Syuriah mengintruksikan kepada ketua terpilih agar segera melobi silaturahim secara persuasif kepada para calon personil yang akan menduduki jajaran struktural MWC NU Cikarang Utara masa hidmat 2020-2025 sebagai bahan laporan ke PBNU guna praepared untuk diSKkan dengan hasil konfercab ketua terpilih PCNU Bekasi yang dilaksanakan oleh PBNU beberapa minggu yang lalu.
Orang NU sendiri sebetulnya sudah melakukan itu dengan berbagai pola yang berbeda. Di antaranya dengan membudayakan (sowan) silaturahim kepada para Kiai-Kiai sepuh wilayah setempat dan tokoh-tokoh masyarakat dari tingkat kultur hingga struktur. Lebih dari itu mereka juga biasanya saling mendoakan minta keridhoan doa restu untuk kebaikan di dunia dan akhirat.
Kegiatan silaturahim/sowan ini senada dengan yang dilakukan oleh ketua terpilih MWC NU (Ust Sukirman) tentunya bukan tanpa sebab, pasca karateker MWC NU Cikarang utara Ketua Tanfidz terpilih Ust Sukirman, KH Ihsanudin sebagai Rois Syuriah mengintruksikan kepada ketua terpilih agar segera melobi silaturahim secara persuasif kepada para calon personil yang akan menduduki jajaran struktural MWC NU Cikarang Utara masa hidmat 2020-2025 sebagai bahan laporan ke PBNU guna praepared untuk diSKkan dengan hasil konfercab ketua terpilih PCNU Bekasi yang dilaksanakan oleh PBNU beberapa minggu yang lalu.
(Momen TURBA disalah satu calon pengurus MWC NU Cikut perum Gcc Sakura)
TURBA (Turun Bawahan) istilah ini biasa dipakai oleh struktural NU dalam melakukan program kerja dengan metode silaturahim dari strutural yang lebih tinggi ke struktural dibawahnya atau warga NU kultur lainnya. Kegiatan TURBA ini salah satu yang dilakukan oleh sejumlah struktural MWC NU Cikarang Utara yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah KH. Ikhsanudin Al Badawy bersama Ketua Tanfidz terpilih Ust Sukirman SPd dan jajaran pengurus lainnya Ismet Hamzah, Rokhmat, Susilo dari Lesbumi Erry Sandi, Riyanto ke DKM Al Jihad perum Graha Asri sabtu 13/11/20 dan sebagai tuan rumah dihadiri para tokoh dan sesepuh ( Ust Halimi, Ust Badrun, Ust Faiq, Suharto, Asep Sp) dan puluhan personil yang didominasi jajaran pengurus DKM Al Jihad Perum Graha Asri.
Setelah sholat isya berjamaah jajaran pengurus MWC Cikarang Utara ngiriyung diteras masjid Al Jihad obrolan dibuka dengan santai oleh salah satu warga yang juga sebagai pengurus DKM Al Jihad shearing dengan Pengurus MWC NU Cikut terkait suasana kondisi kegiatan ubudiyah dan sosial warga wilayah perum Graha Asri sekup sekitar masjid Al Jihad yang notabenya amaliahnya Nahdliyin sejak dibangunnya masjid yang pertama kalinya ada di wilayah Graha Asri ungkap Ust Halimi, beliau salah satu dari tokoh warga setempat.
Kontributor Rokhmat
Setelah sholat isya berjamaah jajaran pengurus MWC Cikarang Utara ngiriyung diteras masjid Al Jihad obrolan dibuka dengan santai oleh salah satu warga yang juga sebagai pengurus DKM Al Jihad shearing dengan Pengurus MWC NU Cikut terkait suasana kondisi kegiatan ubudiyah dan sosial warga wilayah perum Graha Asri sekup sekitar masjid Al Jihad yang notabenya amaliahnya Nahdliyin sejak dibangunnya masjid yang pertama kalinya ada di wilayah Graha Asri ungkap Ust Halimi, beliau salah satu dari tokoh warga setempat.
Pada saat pemunculan karateker ketua Tanfidz MWC NU cikarang Utara dari Sahabat Erry Sandi salah satu pengurus Lesbumi menginformasikan bahwasannya di perum warga Graha Asri bermaksud mengajukan untuk mendirikan PRINU (Pengurus Ranting Istimewa NU).
Hasil notulen pertemuan obrolan kala itu kesimpulannya sebagai berikut yaitu :
1. Salah satu tanggapan dari warga Graha Asri "Warga Graha Asri sudah mengumpulkan data warga Nahdliyin kultur dan sudah dimasukin group WA Nahdliyin Graha Asri informasinya yang baru terdata 40 personil warga Nahdliyin. Warga Nahdliyin Graha butuh pengawalan dari MWC terkait langkah-langkah berikutnya untuk memunculkan PRINU di Graha Asri. Wacana pemunculan PRINU graha sudah sejak 2 tahun yang lalu namun belum ada calon struktur ketua. Terlebih Struktur pengurua DKM Al Jihad dominan 90% warga Nahdliyin". Imbuh tanggapan dari Ust Faiq salah satu tokoh muda setempat.
2. Sekjend 1 MWC NU Cikarang Utara Ust Ismet Hamzah menyarankan agar diadakan pertemuan lagi untuk difollow up pemunculan PRINU Graha Asri agar segera terlaksana dengan undangan resmi dari a.n warga Nahdliyin Graha Asri ke MWC NU cikut.
3. Menanggapi perihal di atas, Ketua Tanfidz tepilih MWC NU Cikarang Utara Ust Sukirman merespon dengan sangat bahagia dan akan segera membantu proses pemunculan PRINU Perum Graha Asri dan bertekad memfasilitasi program-program kedepan seperti MKNU, PKPNU dan mensensus warga setempat dengan menfasilitasi KARTANU yang telah berjalan saat ini.
Untuk itu kesolidan sesama warga NU harus semakin dijalin dengan baik agar NU tidak mudah dipecah belah oleh pihak yang tak suka terhadap NU. Jika warga NU kompak, maka semua ajaran dan tradisi yang ada di kultur maupun struktur NU akan terus lestari. Tidak terkecuali silaturahim.
Hasil notulen pertemuan obrolan kala itu kesimpulannya sebagai berikut yaitu :
1. Salah satu tanggapan dari warga Graha Asri "Warga Graha Asri sudah mengumpulkan data warga Nahdliyin kultur dan sudah dimasukin group WA Nahdliyin Graha Asri informasinya yang baru terdata 40 personil warga Nahdliyin. Warga Nahdliyin Graha butuh pengawalan dari MWC terkait langkah-langkah berikutnya untuk memunculkan PRINU di Graha Asri. Wacana pemunculan PRINU graha sudah sejak 2 tahun yang lalu namun belum ada calon struktur ketua. Terlebih Struktur pengurua DKM Al Jihad dominan 90% warga Nahdliyin". Imbuh tanggapan dari Ust Faiq salah satu tokoh muda setempat.
2. Sekjend 1 MWC NU Cikarang Utara Ust Ismet Hamzah menyarankan agar diadakan pertemuan lagi untuk difollow up pemunculan PRINU Graha Asri agar segera terlaksana dengan undangan resmi dari a.n warga Nahdliyin Graha Asri ke MWC NU cikut.
3. Menanggapi perihal di atas, Ketua Tanfidz tepilih MWC NU Cikarang Utara Ust Sukirman merespon dengan sangat bahagia dan akan segera membantu proses pemunculan PRINU Perum Graha Asri dan bertekad memfasilitasi program-program kedepan seperti MKNU, PKPNU dan mensensus warga setempat dengan menfasilitasi KARTANU yang telah berjalan saat ini.
Untuk itu kesolidan sesama warga NU harus semakin dijalin dengan baik agar NU tidak mudah dipecah belah oleh pihak yang tak suka terhadap NU. Jika warga NU kompak, maka semua ajaran dan tradisi yang ada di kultur maupun struktur NU akan terus lestari. Tidak terkecuali silaturahim.
Kontributor Rokhmat
# Salam Ngopi Nusantara
# Redaktur MWC NU Cikarang Utara
# Redaktur MWC NU Cikarang Utara
Komentar
Posting Komentar